Upaya Menghadapi Tantangan dan Memajukan Peranan Teknologi Informasi untuk Keunggulan Kompetensi Bangsa dan Negara di Era Golobalisasi

Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa- bangsa di seluruh dunia. Sebagai proses, globalisasi berlangsung melalui dua dimensi dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan waktu. Ruang makin dipersempit dan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia.

Era Globalisasi ini ditandai oleh tiga kondisi yang dominan, yakni perubahan yang cepat, persaingan yang sengit, dan tuntutan yang meningkat. Dengan terbatasnya sumber daya dan ketatnya alokasi faktor-faktor produksi, persaingan menjadi suatu menu keseharian. Era globalisasi yang memberikan kemudahan dan kebebasan dalam mendapatkan informasi memberikan implikasi meningkatnya pemahaman tentang harkat dan kualitas hidup manusia.

Kalau diamati, negara-negara di Asia, seperti Singapura dan Jepang dapat dikatakan menjadi kawasan yang paling cepat mengalami pertumbuhan dibandingkan dengan wilayah lainnya yang sudah lebih dulu melaju. Asia diperkirakan akan menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi dunia di masa mendatang, khususnya di era globalisasi saat ini. Mengingat kawasan Asia merupakan kawasan dengan rasio pertumbuhan tercepat dibanding kawasan lainnya. Oleh sebab itu, Negara-negara Asia harus mempersiapkan diri menjadi salah satu kunci vital roda ekonomi dunia di masa mendatang.

Menurut Teo Chee Hean–Deputi Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Singapura–mengatakan motor pertumbuhan ekonomi Asia terutama akan terkonsentrasi di kawasan Asia Tenggara yang akan menjadi sebuah pasar yang signifikan dan penting bagi perekonomian dunia di masa mendatang. Untuk menghadapi berbagai tantangan di era globalisasi, menurutnya ada tiga  hal utama yang harus diperhatikan oleh masyarakat Asia, khususnya Asia Tenggara untuk membekali diri memasuki era globalisasi. Pertama, perhatian dunia dimasa mendatang akan fokus pada wacana lingkungan hidup. Kedua, mengingat pertumbuhan Asia yang sangat cepat, lebih cepat ketimbang pertumbuhan dunia yang mengakibatkan perlu memastikan tingkat kualitas hidup masyarakat Asia dimasa mendatang. Dan ketiga, perkembangan/pergerakan teknologi, khususnya teknologi informasi dan komunikasi, yaitu ponsel dan internet akan menyediakan wadah bagi munculnya perangkat interaksi dan komunikasi baru yang akan berdampak pada terjadinya perubahan sosial secara cepat.

Pertama, isu lingkungan hidup yang disebut sebagai faktor pertama yang harus diperhatikan Asia, akan menjadi hal utama bagi individu dan pemerintahan di masa mendatang. Faktor lingkungan hidup ini akan difokuskan dalam mencari solusi masalah pemanasan global, baik negara maju atau berkembang akan menghadapi problem yang sama dalam anggaran/pembiayaan, adaptasi, dan transfer teknologi yang harus dicari solusinya. Oleh sebab itu, masyarakat Asia harus menjadi bagian dalam upaya penyelesaian berbagai tantangan hambatan tersebut mengingat Asia dinilai sebagai salah satu wilayah yang paling rentan terhadap terjadinya perubahan lingkungan.

Faktor kedua, yang dinilai harus diperhatikan masyarakat Asia mengenai masalah pertumbuhan cepat kawasan Asia daripada dunia. Pertumbuhan cepat berarti mendorong terjadinya percepatan industrialisasi dan urbanisasi Asia. Percepatan ini akan memberikan dampak signifikan kepada ketersediaan pangan, energi dan sumber daya alam. Oleh sebab itu, perlu peran aktif dari berbagai pihak untuk menyelesaikan masalah tersebut. Bertentangan dengan hal tersebut, pertumbuhan cepat di kawasan Asia tidak diiringi dengan peningkatan populasi produktif. Oleh sebab itu, kawasan Asia dihadapkan dengan situasi kekurangan polulasi produktif di masa mendatang.  Upaya yang dilakukan Pemerintah di kawasan Asia perlu fokus memperhatikan ancaman kekurangan usia produktif ini, khususnya terhadap dampaknya pada kemampuan kompetisi ekonomi, jaminan kesehatan dan penurunan pasokan pangan di Asia.

Faktor terakhir, yang perlu diperhatikan adalah perkembangan teknologi global yang sangat cepat. Menurutnya, perkembangan teknologi, terutama di bidang informasi dan komunikasi, akan mendorong terjadinya benturan antarnegara, budaya, dan agama. Oleh sebab itu, diperlukan peran aktif masing-masing negara Asia, khususnya Asia Tenggara untuk mengembangkan program-program edukasi masyarakat untuk mencegah terjadinya benturan-benturan tersebut.

Dalam menghadapi dan menyadari ketiga kondisi yang melekat pada globalisasi tersebut, manusia berusaha untuk menciptakan berbagai kiat, salah satu adalah pemberdayaan dan pemanfaatan teknologi. Selain teknologi ruang angkasa, teknologi sumber daya energi, teknologi material baru, dan bioteknologi, teknologi unggulan yang banyak diandalkan masyarakat dunia adalah teknologi informasi. Teknologi yang basis inovasinya adalah mikroelektronik ini mendukung lompatan jauh dalam pengembangan luar biasa bidang telekomunikasi, multimedia dan informatika. Secara umum, era globalisasi sekarang ini dianggap sebagai era cyberspace atau ruang maya.

Dengan kapabilitas olah yang tinggi, kapasitas simpan dan transmisi data dan informasi yang masif, serta bentangan jejaring dengan jangkauan yang hampir tanpa batas, pemberdayaan dan pemanfaatan teknologi informasi yang baik, dianggap mampu meredam sisi negatif dari kondisi-kondisi yang terkait dengan Globalisasi. Kemampuan akses yang semakin tajam dan terpercaya, perancangan sistem yang mudah dan ramah terhadap perubahan, dan koneksi yang tidak mengindahkan aspek waktu dan ruang merupakan kunci tantangan persaingan di era globalisasi.

Akan tetapi, kemampuan untuk memberdayakan dan memanfaatkan teknologi informasi ini berbeda antara satu negara dengan negara yang lain. Demikian pula antara institusi satu dengan lainnya. Kesenjangan ini dipicu oleh berbagai faktor, antara lain tingkat penguasaan teknologi, tingkat pemanfaatan aplikasi, kuantitas dan kualitas SDM, ketersediaan dan keterjangkauan jejaring, dan modal/dasar pengetahuan. Selain faktor tersebut, kesenjangan dapat pula muncul dari faktor, seperti tingkat pemahaman masyarakat akan budaya informasi, kemantapan aspek legal yang terkait dengan security, privacy dan piracy, dan kemampuan tata kelola dan pengawasan penyelenggaaan pemanfaatan teknologi informasi.

Sehubungan dengan hal diatas, faktor sebuah negara memiliki kapabilitas dalam hal teknologi informasi yang digunakan untuk memilah kelompok information rich dan information poor, dapat dilihat melalui indikator-indikator, antara lain densitas pengguna telepon, jumlah kapasitas Mbit yang ditransmisikan, perangkat computer yang terpasang, jumlah Internet Services Provider dan pengguna internet, dan tingkat ketergantungan terhadap aplikasi. Selain itu, ada indikator lain yang turut dipertimbangkan misalnya tingkat peran serta dan dukungan Pemerintah, pemberlakuan cyber-law dan intensitas pelanggaran HAKI.

Memang pada awalnya Teknologi Informasi menjadi motor penggerak lahirnya konsep globalisasi yang borderless, seamless, wireless dan paperless. Namun, kini terjadi hubungan kausal dimana kondisi-kondisi globalisasi yang telah diuraikan di atas menjadi katalisator malahan pemicu perkembangan hebat teknologi informasi.

Memahami dan menyadari pentingnya teknologi informasi dalam era Globalisasi sekarang ini, maka perlu masyarakat Indonesia, terutama kalangan terpelajar, untuk memahami dan meningkatkan pengetahuan tentang teknologi ini. Kompetensi di bidang teknologi informasi menjadi suatu kompetensi terpadu untuk bidang ilmu lainnya, termasuk ilmu sosial, seperti ekonomi, administrasi, komunikasi, sampai dengan hukum. Dari segi ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya di masa mendatang, apabila  tidak dapat diantisipasi maka era globalisasi dan informasi akan menjadi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan dalam proses pembudayaan nilai-nilai ideologi sebagaimana terkandung dalam pancasila dan UUD 1945.

Tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu penyebab utama terjadinya era globalisasi yang datangnya lebih cepat dari dugaan semua pihak adalah perkembangan pesat teknologi informasi yang signifikan. Implementasi internet, electronic commerce, electronic data interchange, virtual office, telemedicine, intranet, dan sebagainya yang telah menerobos batas-batas fisik antarnegara. Penggabungan antara teknologi komputer dengan telekomunikasi telah menghasilkan suatu revolusi dibidang sistem informasi. Data atau informasi yang dahulu harus memakan waktu berhari-hari untuk diolah sebelum dikirimkan ke sisi lain di dunia, saat ini dapat dilakukan dalam hitungan detik.

Perubahan informasi saat ini seakan-akan tidak lagi dalam skala hari atau bahkan jam, melainkan sudah mencapai skala menit maupun detik. Penekanan akan memaksimumkan sumber daya manusia di semua sektor, berarti kita akan membutuhkan sistem komunikasi yang sangat efektif. Apabila kita merespons pada kebutuhan fokus awal seharusnya lebih berdasarkan penerimaan informasi daripada penyebaran informasi.

Pada satu sisi, teknologi informasi akan berperan besar dalam mewujudkan prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, keadilan dan independensi, sedangkan pada sisi lain prinsip-prinsip tersebut patut diterapkan dalam pemanfaatan teknologi informasi itu sendiri. Penerapan prinsip ini yang disebut sebagai tata kelola teknologi informasi. Keberhasilan implementasi suatu aplikasi teknologi informasi ditentukan oleh tingkat pemanfaatan yang tercipta dan kemampuan untuk mencegah atau setidak-tidaknya mengurangi sisi negatif yang timbul. Oleh karena itu, selain ilmu yang berkenaan dengan pemanfaatan teknologi informasi, juga perlu diberikan ilmu yang berkenaan dengan pengawasan, pengendalian, dan pengamanan teknologi informasi.

Tidak ada yang dapat menahan lajunya perkembangan teknologi informasi. Keberadaannya telah menghilangkan garis-garis batas antar negara dalam hal flow of information. Tidak ada negara yang mampu untuk mencegah mengalirnya informasi dari atau ke luar negara lain karena batasan antara negara tidak dikenal dalam virtual world of computer. Penerapan teknologi seperti LAN, WAN, GlobalNet, Intranet, Internet, dan lain-lain semakin hari semakin merata dan membudaya di masyarakat.

Untuk dapat tetap diperhitungkan di dalam kancah pergaulan global, kita harus semakin mantap dalam penguasaan dan pemanfaatan teknologi Indonesia. Tidak hanya sekedar maju, tetapi maju dengan kecepatan dan percepatan yang memungkinkan kita untuk mengimbangi negara-negara lain yang pasti juga akan melakukan hal yang sama pula.

Globalisasi telah membuat dunia menjadi kecil. Manusia bisa saling berinteraksi dengan tidak lagi dipisahkan dengan jarak ruang dan waktu. Walau demikian, dunia kini menghadapi ketidakseimbangan yang luar biasa dengan meningkatnya kemiskinan, kekerasan dan perusakan lingkungan. Maka kini ada satu kebutuhan untuk menghubungkan globalisasi dengan keadilan ekonomi, sosial, ekologis dan politik, baik pada tingkat global ataupun nasional.

Dalam memasuki milenium ketiga ini, Indonesia mempunyai harapan yang besar akan masa depan sistem pendidikan Indonesia. Perlu disusun kebijakan pendidikan nasional yang baik yang selaras dengan era globalisasi sekarang ini. Reformasi dalam bidang pendidikan sangat penting mengingat kita tidak rela menghadapi kenyataan bahwa generasi muda kita menjadi the lost generation. Keputusan-keputusan yang tidak konseptual mengenai pendidikan nasional akan sangat fatal bagi terwujudnya cita-cita bangsa yaitu membangun masyarakat Indonesia baru yang demokratis, damai, berkeadilan dan sejahtera

Globalisasi bisa dianggap sebagai penyebaran dan intensifikasi dari hubungan ekonomi, sosial, dan kultural yang menembus sekat-sekat geografis ruang dan waktu. Dengan demikian, globalisasi hampir melingkupi semua hal yang berkaitari dengan ekonomi, politik, kemajuan teknologi, informasi, komunikasi, transportasi, dll.

Perkembangan dunia pendidikan di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari pengaruh perkembangan global, di mana ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat. Era pasar bebas juga merupakan tantangan bagi dunia pendidikan Indonesia, karena terbuka peluang lembaga pendidikan dan tenaga pendidik dari mancanegara masuk ke Indonesia. Untuk menghadapi pasar global, kebijakan pendidikan nasional harus dapat meningkatkan mutu pendidikan, baik akademik maupun nonakademik, dan memperbaiki manajemen pendidikan agar lebih produktif dan efisien serta memberikan akses seluas-luasnya kepada masyarakat untuk mendapatkan pendidikan. Dalam menghadapi era globalisasi, kita tidak hanya membutuhkan sumber daya manusia dengan latar belakang pendidikan formal yang baik, tetapi juga diperlukan sumber daya manusia yang mempunyai latar belakang pendidikan non formal.

Sudah saatnya pembangunan pendidikan yang terpadu dan terarah berbasis teknologi paling akan memberikan multiplier effect dan nurturant effect terhadap hampir semua sisi pembangunan pendidikan sehingga teknologi informasi berfungsi untuk memperkecil kesenjangan penguasan teknologi mutakhir khususnya dalam dunia pendidikan. Pembangunan pendidikan berbasis teknologi informasi setidaknya memberikan dua keuntungan. Pertama, sebagai pendorong komunitas pendidikan untuk lebih apresiatif dan proaktif dalam maksimalisasi potensi pendidikan. Kedua, memberikan kesempatan luas kepada peserta didik memanfaatkan setiap potensi yang ada dapat diperoleh dari sumber-sumber yang tidak terbatas.

Mengingat betapa pentingnya peranan teknologi informasi dalam era Globalisasi sekarang ini, perlu setiap lapisan masyarakat, khususnya golongan akademisi dan pelajar, untuk memahami dan meningkatkan pengetahuan tentang teknologi ini. Selain itu, penerapan teknologi informasi dan komunikasi bermanfaat untuk peningkatan kualitas pendidikan nasional Indonesia. Salah satu aspeknya adalah kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan biasanya diajukan untuk pengembangan dan penerapan teknologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan. teknologi informasi dan komunikasi sangat mampu menjadi fasilitator utama untuk meratakan pendidikan di bumi nusantara. Oleh karena itu, lembaga-lembaga pendidikan tinggi perlu segera membenahi kurikulum, melengkapi fasilitas, dan membangun lingkungan yang kondusif memungkinkan pembangunan sumber daya insani yang sadar teknologi informasi dan sekaligus mampu dan terampil dalam pemanfaatannya.

Berdasarkan ulasan diatas, jika semua komponen bangsa memiliki jiwa semangat yang tinggi, kapabilitas dan integritas SDM yang berkompeten, peran pendidikan nasional yang menyeluruh dan berkualitas, tingkat penguasaan teknologi yang matang, ketersediaan jejaring teknologi dalam masyarakat yang memadai, dan kemampuan tata kelola dan pengawasan penyelenggaaan pemanfaatan teknologi informasi yang baik, persoalan bangsa dan Negara kita yang  mengalami krisis multidimensional secara berangsur akan dapat teratasi dan perkembangan teknologi informasi akan dapat mengikuti percepatan perkembangan dan mampu bersaing dengan negara-negara lain yang semakin maju pula di era globalisasi.

About komunitasilmiah

the best
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s